Selly Fibriani

Motto hidup :

Neverending to improvement..
Be funky, Be the best your self, No matter what they say!!


Menulis bukan hanya sekedar hobi tetapi sebagai media evaluasi atas kejadian atau sesuatu yang telah berinisiasi dalam diri sebagai proses membangun sebuah integritas
Bila Hidup itu cermin Maka isyarat apa yang mampu menyiratkan hidup bahwa kehidupan itu adalah sosok kita Atau….sesosok kehidupan adalah penampakan dari wujud kita yang telah terpantulkan melalui lembar-lembar perjalanan Maka, Bila hidup itu cermin Seharusnya kita lebih mengerti dan memahami hidup apa dan bagaimana yang telah dan akan dilalui agar mampu menempatkan diri padanya Bila hidup itu cermin Seharusnya kita dapat bersentuhan lebih dekat padanya agar kita mengetahui dengan jelas benar segala kekurangan yang terpantul dari cermin itu Namun, sayang Kita sering menganggap hidup itu adalah cermin cembung yang selalu melebih-lebihkan kekurangan dan mengurang-ngurangkan segala kelebihan yang kita miliki atau kita sering menganggap hidup itu cermin cekung yang selalu memberikan kekecewaan pada apa yang dipantulkannya Dan menganggap Cermin kehidupan adalah wujud yang lari dari kenyataan Padahal kalau saja kita mampu merenungkan sejenak peristiwa yang telah di alami, baik yang memalukan maupun menyenangkan adalah cerminan diri kita yang sempat kita cermati bahkan luput dari pandangan mata Cobalah mengerti, andai kita mampu melihat hidup ini seperti cermin datar yang setiap hari kita berkaca padanya, melihat noda hitam diwajah dengan jelas pelan-pelan mulai menutupinya dengan polesan bedak atau sekedar lotion, bukankah itu lebih mudah?? Berapa kali kita bercermin untuk sekedar memperindah penampilan jasad? Namun, Ketika itu, sudahkan kita bercermin dengan kehidupan, menutupi kesalahan dengan amal sholeh yang kita perbuat dan menjadikan kelebihan sebagai jalan untuk dekat dengan-Nya seperti yang tiap hari kita lakukanSudahkah?Atau memang kita malu untuk melihat segala kekurangan kita, melalui cermin kehidupan yang ada di depan mata?

Bila Hidup itu cermin
Maka isyarat apa yang mampu menyiratkan hidup bahwa kehidupan itu adalah sosok kita
Atau….sesosok kehidupan adalah penampakan dari wujud kita yang telah terpantulkan melalui lembar-lembar perjalanan
Maka,
Bila hidup itu cermin
Seharusnya kita lebih mengerti dan memahami hidup apa dan bagaimana yang telah dan akan dilalui agar mampu menempatkan diri padanya
Bila hidup itu cermin
Seharusnya kita dapat bersentuhan lebih dekat padanya agar kita mengetahui dengan jelas benar segala kekurangan yang terpantul dari cermin itu
Namun, sayang
Kita sering menganggap hidup itu adalah cermin cembung yang selalu melebih-lebihkan kekurangan dan mengurang-ngurangkan segala kelebihan yang kita miliki
atau kita sering menganggap hidup itu cermin cekung yang selalu memberikan kekecewaan pada apa yang dipantulkannya
Dan menganggap Cermin kehidupan adalah wujud yang lari dari kenyataan
Padahal kalau saja kita mampu merenungkan sejenak peristiwa yang telah di alami, baik yang memalukan maupun menyenangkan adalah cerminan diri kita yang sempat kita cermati bahkan luput dari pandangan mata

Cobalah mengerti, andai kita mampu melihat hidup ini seperti cermin datar yang setiap hari kita berkaca padanya, melihat noda hitam diwajah dengan jelas pelan-pelan mulai menutupinya dengan polesan bedak atau sekedar lotion, bukankah itu lebih mudah??
Berapa kali kita bercermin untuk sekedar memperindah penampilan jasad?
Namun, Ketika itu, sudahkan kita bercermin dengan kehidupan, menutupi kesalahan dengan amal sholeh yang kita perbuat dan menjadikan kelebihan sebagai jalan untuk dekat dengan-Nya seperti yang tiap hari kita lakukan
Sudahkah?
Atau memang kita malu untuk melihat segala kekurangan kita, melalui cermin kehidupan yang ada di depan mata?